Advertisement

Latest News

Memenangkan Wawancara Kerja

By Unknown - Kamis, 15 November 2012



Persiapan yang Baik adalah Kunci Kesuksesan
Apakah Anda tahu apa yang menjadi kesalahan umum (dan sialnya itu begitu krusial) para pelamar kerja dalam menempuh proses rekrutmen di suatu perusahaan atau lembaga?
Mereka cenderung berfokus pada tes tertulis (Psikotest, tes kemampuan akademik dan tes lainnya) sembari melupakan fase selanjutnya dalam sebuah proses rekrutmen yang juga menentukan: Job Interview (Wawancara Kerja).
Berbeda sikap pada saat menghadapi tes tulis (membeli prediksi soal, berlatih soal, dan upaya serius lainnya) umumnya tes wawancara hanya dibiarkan mengalir begitu saja tanpa berusaha mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Banyak orang beranggapan bahwa dalam proses wawancara kerja tidak banyak hal yang bisa dilakukan.
Pelamar hanya akan menjawab pertanyaan dari pewawancara tanpa bisa melakukan hal lebih yang dapat membantu dirinya untuk dapat diterima di perusahaan atau lembaga yang ia lamar.
Tentu hal ini bukanlah asumsi yang benar. Jika kita dapat melatih diri untuk menghadapi tes tertulis lalu kenapa kita tidak dapat melakukan hal serupa dalam menghadapi wawancara kerja? 

Pesiapkan Diri untuk Memenangkan Wawancara Kerja

Lalu pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja?
Ada 3 cara terbaik dalam melatih dan mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja:
  1. Mencari tahu pertanyaan yang akan ditanyakan pewawancara (Seperti halnya Psikotest, wawancara kerja pun memiliki metode standar yang dikenal dan diterapkan oleh hampir semua perusahaan atau lembaga. Karena itu, pertanyaan dalam sesi wawancara kerja tidak akan jauh berbeda antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Mengetahui pertanyaan yang diprediksi akan ditanyakan oleh pewawancara kerja merupakan keuntungan pertama yang sangat besar bagi pelamar.)
  2. Mempersiapkan jawaban atas pertanyaan. Ingat: setiap pertanyaan yang diajukan pewawancara kerja selalu memiliki motif atau tujuan tertentu. Karena itu, jawaban yang diberikan tentu saja harus sesuai dengan motif pewawancara. Maka, jawaban-jawaban terbaik, yang sesuai dengan motif pewawancara harus kita siapkan terlebih dahulu–jangan biarkan proses tersebut terjadi secara reaktif pada saat wawancara kerja berlangsung. Persiapan jawaban-jawaban terbaik merupakan keniscayaan bila kita ingin benar-benar memenangkan wawancara kerja.
  3. Melatih diri menyampaikan jawaban. Pewawancara bukanlah orang awam, umumnya mereka manager HRD yang mempunyai kompetensi dalam bidang psikologi. Namun itu bukan berarti tidak dapat “diakali”. Ada beberapa strategi yang disarankan oleh para ahli dalam merespon setiap pertanyaan dalam wawancara kerja. Pelajari strategi menjawab pertanyaan dan latihlah diri Anda sehingga fasih menerpkan strategi tersebut.
Memang banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam proses rekrutmen SDM di sebuah perusahaan atau lembaga. Yang terberat adalah ketidakseimbangan antara pelamar (kompetitor Anda) dengan kuota pegawai yang dibutuhkan. Walaupun begitu, Anda harus tetap memaksimalkan ikhtiar karena itu tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan material, namun sesuau yang jauh lebih tinggi: harga diri Anda sebagai manusia.

Follow our blog on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

0 komentar for "Memenangkan Wawancara Kerja"

Leave a Reply

Advertisement